Minggu, 29 Desember 2019

Silaturahmi Papurgra Desember 2019

Indahnya Silaturahmi Bersama Paguyuban PAPURGRA.

Pada hari Minggu 22 Desember 2019 sebanyak 112 orang anggota yang tergabung dalam Paguyuban Purnabhakti Graha Prima (PAPURGRA) mengadakan acara silaturahmi temu kangen di Anjungan Provinsi Kalimantan Selatan TMII Jakarta. Paguyuban PAPURGRA yang terdiri dari Anggota purnabhakti (pensiun) TNI, Polri, dan ASN (PNS) termasuk Swasta yang berdomisili di wilayah Perumahan Graha Prima Mangun Jaya Tambun Bekasi dan sekitarnya. Acara ini diadakan untuk lebih mempererat tali silaturahmi diantara yang telah purnabhakti khususnya dan Keluarga Besar Kemhan RI maupun Satker lainnya pada umumnya yang berdomisili di Perumahan Graha Prima.

Turut hadir pada kesempatan tersebut selain seluruh Pengurus dan Anggota, Ketua Paguyuban PAPURGRA Graha Prima Bapak Drs. Ibrahim Husain beserta Isteri dan Sesepuh Penasehat atau Dewan Pertimbangan Anggota PAPURGRA Kolonel Inf. (Purn) Drs. Wachono beserta Isteri. Dan beberapa peserta yang memang berkeinginan untuk ikut hadir bersilaturahmi meskipun belum memasuki pensiun, sedangkan anggota para purnabhakti yang hadir masing-masing didamping isteri atau suami dan ada pula yang membawa putra putri maupun cucu dikarenakan sekaligus ingin rekreasi.

Menurut Drs. Ibrahim Husain dalam kata sambutannya, acara temu kangen pensiunan PAPURGRA ini merupakan acara yang memang sangat dinanti dengan menunggu selama tiga empat bulan lamanya. Sebagai Ketua Paguyuban Purnabhakti Graha Prima (PAPURGRA) yang ada di Perumahan Graha Prima, Beliau mengharapkan pada pertemuan berikutnya agar lebih maksimal, apalagi pada kesempatan pertemuan tersebut bertambah anggota baru lagi sebanyak 10 (sepuluh) orang yang telah memasuki masa purnabakti (pensiun) dari kedinasannya, sehingga jumlah peserta PAPURGRA sampai dengan bulan Desember 2019 menjadi 163 anggota.

Sementara itu Sesepuh Penasehat Dewan Pertimbangan Anggota PAPURGRA Kolonel Inf (Purn) Drs. Wachono dalam sambutannya mengatakan bahwa acara ini yang bertepatan dengan Hari Ulang Tahun PAPURGRA ke-5 dan memperingati Hari Ibu (22 Desember) dapat dijadikan ajang untuk perkuat tali silaturahmi yang selama ini telah terjalin, maupun untuk memperoleh informasi-informasi penting lainnya yang bersifat kekeluargaan.

Acara silaturahmi temu kangen Paguyuban PAPURGRA berangkat dari Bunderan Graha Prima pukul 07.00 WIB dan tiba di TMII pukul 07.45 WIB langsung dilaksanakan senam bersama sekedar melemaskan tubuh mengeluarkan keringat sehat, meskipun usia mereka para peserta PAPURGRA sudah sepuh namun semangat tetap terpancar dari masing-masing yang hadir. Dan acara dilanjutkan dengan sambutan-sambutan termasuk perkenalan anggota baru, pemberian bingkisan kepada nama dipanggil termasul arisan. Kemudian santap siang dan hiburan musik organ tunggal dengan lagu klasik, kroncong, dan request yang dipandu oleh Ibu-ibu mendampingi kehadiran suami dalam menyemarakkan acara ini. Dan acara berakhir pada pukul 02.40 WIB kembali ke Graha Prima.

Graha Prima,   Desember 2019

by: tim papugra

http://tulisanpenting12.blogspot.com/
https://filosofi-ilmu.blogspot.com/
https://papurgragrahaprima2018.blogspot.com/
https://sanasinipotoku.blogspot.com/
https://saudarakukeluargakujuga.blogspot.com/
https://keluargapaguyubanpapurgra.blogspot.com/
https://soundcloud.com/parta-sentanu
https://partasentanu.blogspot.com/
https://bangunjiwamu12.blogspot.com/
https://keluargapaguyubanpapurgra.blogspot.com/ 





























































Minggu, 08 Desember 2019

Filosofi Tembang Lir-Ilir dan Mocopat

SYAIR TEMBANG LIR ILIR SUNAN KALIJAGA

Lir-ilir, lir-ilir, tandure wus sumilir Tak ijo royo-royo tak senggo temanten anyar.
Cah angon-cah angon penekno blimbing kuwi, Lunyu-lunyu penekno kanggo mbasuh dodot iro.

Dodotiro-dodotiro kumitir bedhah ing pinggir, Dondomono jlumatono kanggo sebo mengko sore, Mumpung padhang rembulane mumpung jembar kalangane Yo surak,,,surak hiyo.


Arti Dalam Bahasa Indonesia


Sayup-sayup bangun (dari tidur) Pohon sudah mulai bersemi, Demikian menghijau bagaikan gairah pengantin baru.
Anak penggembala, tolong panjatkan pohon blimbing itu,? (blimbing apa??) walaupun licin(susah) tetap panjatlah untuk mencuci pakaian Pakaian-pakaian yang koyak(buruk).
disisihkan Jahitlah, benahilah untuk menghadap nanti sore Mumpung terang rembulannya Mumpung banyak waktu luang Mari bersorak-sorak ayo…
Tembang diatas sungguh luar biasa maknanya,Kanjeng Sunan Kalijaga memberikan pelajaran hakikat kehidupan dalam bentuk syair yang indah dan mudah diingat, coba mari kita kupas bait perbait dari makna tembang ini.


Tembang Mocopat filosofi kehidupan

Orang Jawa pasti pernah mendengar tembang Macapat, tapi kebanyakan masih asing bila mendengar tembang macapat. Sebenarnya inilah tembang/lagu yang memiliki estetika dan petuah hidup sangat tinggi.

Tembang Mocopat ada 11 (sebelas), dan bisa dikatakan sebagai proses kehidupan manusia.

Dimulai dari MASKUMAMBANG (dalam kandungan)
yaitu menggambarkan bayi yangg masih mengambang di perut ibunya.

Yang kedua adalah MIJIL (Lahir).
menggambarkan tentang kelahiran bayi.

Ketiga adalah SINOM (masa muda)
Menggambarkan manusia di masa muda penuh dengan impian dan harapan.

Keempat yaitu KINANTHI (tuntunan)
masa dimana seorang pemuda yg butuh ilmu dan tuntunan untuk meraih masa depan.

Kelima ASMARANDANA (kasmaran)
menggambarkan manusia yg sedang dilanda asmara/masa2 puber.

Keenam adalah GAMBUH (Kecocokan)
artinya orang yg sudah menyatakan cinta, dan siap untuk berumah tangga.

Ketuju DHANDHANGGULA (senang dan bahagia)
penggambaran tentang keberhasilan cita-cita dan membina rumah tangga.

Kedelapan DURMA (Dermawan)
Menggambarkan wujud rasa syukur setelah mendapatkan semua anugerah Tuhan.

Kesembilan PANGKUR (Menjauhi hawa nafsu)
Penggambaran manusia yg menyingkirkan hawa nafsu duniawi.

Kesepuluh MEGATRUH (Kematian)
Diambil dari kata megat/pisah dan ruh, menggambarkan pisahnya ruh dan raga.

Kesebelas adalah POCUNG (Dibungkus kafan) Yakni saat dimana manusia meninggal.

Di dalam tembang Macapat sarat sekali dengan petuah-petuah hidup, adab tata krama, dan hal-hal positif lainnya.



Semoga ada manfaatnya dan jangan melupakan sastra dan kebudayaan kita yang agung, dan merupakan warisan leluhur.


Urutan, Arti dan Watak Tembang Macapat tulisan di bawah ini:


1. Maskumambang (dalam kandungan)
Dalam bahasa jawa "kumambang" yang berarti mengambang. Menggambarkan bayi manusia yang masih mengambang di perut ibunya. Watak lagu ini nelangsa lan keranta-ranta.


2. Mijil (lahir)
Dalam bahasa jawa "mijil, mbrojol, mencolot" yang berarti muncul atau keluar. Menggambarkan kelahiran bayi. Watak lagu ini asih lan tresna.


3. Sinom (muda)
Dalam bahasa jawa "kanoman" yang berarti muda atau usia muda. Menggambarkan cerita masa muda yang indah, penuh dengan harapan dan angan-angan dan mencari ilmu untuk mewujudkannya. Watak lagu ini grapyak lan renyah.

4. Kinanthi (tuntunan)
Dalam bahasa jawa "kanthi" yang berarti tuntunan atau dituntun untuk menggapai masa depan. Menggambarkan masa di mana manusia membentuk jatidiri dan meniti jalan menuju cita-cita.


5. Asmarandana (asmara)
Dalam bahasa jawa "tresna" yang berarti cinta atau kasmaran. Menggambarkan masa di mana manusia dirundung asmara, dimabuk cinta, ditenggelamkan dalam lautan kasih. Watak lagu ini sengsem.

6. Gambuh (kecocokan)
Dalam bahasa jawa "jumbuh atau sarujuk" yang berarti cocok. Menggambarkan komitmen manusia yang sudah menyatakan cinta dan siap untuk berumah tangga. Watak lagu ini kulina lan nepung-nepungke.


7. Dhandhanggula (senang)
Dalam bahasa jawa "kasembadan" yang berarti kesenangan. Menggambarkan keberhasilan membina rumah tagga dan cita-cita yang tercapai. Watak lagu ini luwe lan ngresepake.


8. Durma (dermawan)
Dalam bahasa jawa "darma atau weweh" yang berarti dermawan dan senang bersedekah. Menggambarkan wujud dari rasa syukur kepada Allah SWT. yang telah memberikan semua yang terbaik. Watak lagu ini nesu lan muntab.


9. Pangkur (menjauhi hawa nafsu)
Dalam bahasa jawa "mungkur" berarti menjauhi. Menggambarkan manusia yang menyingkirkan hawa nafsu angkara murka, nafsu negatif yang menggerogoti jiwanya. Watak lagu ini sereng lan tegas.


10. Megatruh (kematian)
Dalam bahasa jawa "megat roh" yang berarti keluarnya roh/kematian. Menggambarkan terlepasnya roh atau kematian manusia. Watak lagu ini nglara lan sedih.


11. Pocung (dibungkus mori putih)
Dalam bahasa jawa "pocong" yang berarti sudah dibungkus. Menggambarkan kematian manusia lalu dimandikan, dishalatkan, dan siap dikuburkan. Watak lagu ini sembrana, gecul, ora ana greget saut.


Semoga bermanfaat, dan sebagai renungan kita bersama .....

sumber: media tulisan pujangga (sastrawan) Indonesia

motto
Warisan budaya nasional atau warisan budaya daerah adalah cermin tingginya peradaban bangsa.
Melestarikan budaya nasional warisan leluhur sebagai wujud jati diri dan watak bangsa Indonesia




















Selasa, 03 Desember 2019

Pertemuan Paguyuban Purna Bhakti Graha Prima

Indahnya Silaturahmi Bersama Paguyuban PAPURGRA.
Pada hari Minggu 15 April 2018 sebanyak 112 orang anggota yang tergabung dalam Paguyuban Purnabhakti Graha Prima (PAPURGRA) mengadakan acara silaturahmi temu kangen di Aula RW.010 Blok I Perumahan Graha Prima. Paguyuban PAPURGRA terdiri dari para purnabhakti PNS dan Anggota TNI yang berdomisili di wilayah Perumahan Graha Prima Mangun Jaya Tambun Bekasi. Acara ini diadakan untuk lebih mempererat tali silaturahmi diantara yang telah purnabhakti khususnya dan Keluarga Besar Kemhan RI maupun Satker lainnya pada umumnya yang berdomisili di Perumahan Graha Prima.
Turut hadir pada kesempatan tersebut selain seluruh Pengurus dan Anggota, hadir Ketua RW.010 GP beserta Isteri dan beliau masih berdinas di Kodam Jaya yang didampingi Ketua RW.016 GP. Dan beberapa Undangan yang memang berkeinginan untuk hadir bersilaturahmi meskipun belum memasuki pensiun, sedangkan anggota para purnabhakti yang hadir masing-masing didamping isteri atau suami.
Menurut Drs. Ibrahim Salam dalam kata sambutannya, acara temu kangen pensiunan PAPURGRA ini merupakan acara yang memang sangat dinanti dengan menunggu selama tiga empat bulan lamanya. Sebagai Ketua Paguyuban purnabhakti PAPURGRA yang ada di Perumahan Graha Prima, Beliau mengharapkan pada pertemuan berikutnya agar lebih maksimal, apalagi pada kesempatan pertemuan tersebut bertambah anggota baru sebanyak 7 (tujuh) orang yang telah memasuki masa purnabakti dari kedinasannya.
Sementara itu Sesepuh Penasehat PAPURGRA Kolonel Inf (Purn) Drs. Wachono dalam sambutannya mengatakan bahwa acara ini dapat dijadikan ajang untuk perkuat tali silaturahmi yang selama ini telah terjalin, maupun untuk memperoleh informasi-informasi penting lainnya yang bersifat kekeluargaan.
https://goo.gl/maps/uW618wNcZT5MPLZW9
Acara silaturahmi temu kangen Paguyuban PAPURGRA yang dimulai pada pukul 10.00 dan berakhir pada pukul 12.00 ini diselingi makan siang dan hiburan musik organ tunggal dengan lagu klasik, kroncong, dan javanesse yang dipandu oleh Ibu-ibu mendampingi kehadiran suami dalam menyemarakkan acara ini.

Graha Prima,       April 2018

by: tim papugra

https://goo.gl/maps/uW618wNcZT5MPLZW9


























Paguyuban Purnabakti Graha Prima

Nama Organisasi Paguyuban Purnabakti Graha Prima disingkat PAPURGRA Tempat : PAPURGRA berkedudukan di Perumahan Graha Prima yang berada dal...